Selasa, 19 Juni 2012

Dialog bulkubulkubul

pada suatu pagi yang renta
aku terbangun, tertatih menuju pintu cahaya, yang entah berasal dari mana
mungkin lampu-lampu pasar malam lupa dimatikan pagi ini
atau mungkin sekumpulan kunang-kunang yang lupa pulang

aku keluar, mencari, meggapai nafsu keingintahuanku
dan tak hanya semburat cahaya yang entah apa
Tuhan?bukan..musa dan sinai tak mampu, apalagi aku
Tuhan mana yang bisa terlihat oleh mata belekan dan mulut bau iler?
Tuhan mana yang susah payah menungguku bangun dan berdiri di pintu seberang?
Tuhan mana yang mau menemuiku, yang kalian sebut tolol, atau malah najis mugholadhoh
hahaha aku yakin itu bukan Tuhan!

dan, tiba-tiba guntur menggelegar
angin meniup, kencang menerbangkan apa saja
celana dalam, celana luar, celana samping

dan disinilah cahaya itu menawarkan dialog-dialog

"APA YANG ENGKAU KETAHUI TENTANG TUHANMU?SEHINGGA KAU BERKATA 'INI BUKAN TUHAN, ITU TUHAN, ITU BUKAN TUHAN, INI TUHAN' SESUNGGUHNYA KAU TAK TAHU SEGALA SESUATU!"

aku ketakutan, menangis, bukan karna terharu, aku menangis karna aku kira aku sudah gila..suara tangisku tak terdengar, semua yang ada terserap, tanpa terkecuali, hnya aku dan celana dalam
dan celana luar, dan celana samping..

"siapa kamu?! jin jenis mana kamu?!aku tak ada urusan denganmu"

"URUSAN MANA YANG BISA LEPAS DARI KEPUTUSAN-KEPUTUSANNYA. AKU HANYALAH UTUSAN YANG DIPERINTAHKAN MENEMUIMU! BUKANKAH KAU MEMBUTUHKAN SESUATU YANG LEBIH? BUKAN KAH KAU INGIN TAHU SEGALA SESUATU SEPERTI MEREKA MENCARI INI-ITU YANG SEBENARNYA TAK AKAN MEREKA TEMUKAN SAMPAI KAPANPUN? ITU URUSANNYA! ITU KUASANYA! ITU RAHASIANYA!"

"sopoooo koe?! jangan ganggu aku, aku tak pernah menggangu kaum mu, aku tak pernah mengusik bangsa jin, setan, sundelbolong, dan wewe gombel, pergilah, pergilah, mataku sakit, mataku sakit! 

"SIAPA ENGKAU?! HINGGA MERASA MENGERTI INI SETAN, ITU SETAN DAN MENJATUHKAN FATWA-FATWA YANG KAU TAK BERHAK MEMENGELUARKANNYA! BUKANKAH KAU, UDIN, IZYUDIN, BODHI, ATAU BERPULUH NAMA YANG COBA MENYEMBUNYIKAN KE-AKU-ANMU SELALU MENCARI INI ITU, UNTUK BISA MENJAWAB INI ITU?!"

"ampuun..ampunn, aku tak pernah ingin tahu ini itu, aku tak pernah ingin tahu semua rahasia langit tujuh lapis, atau daratantujuh lapis, aku tak pernah ingin tahu tentang apa yang terjadi pada komunitas langit, apa yang terjadi pada bumi dan para penggerak nya rotasinya! aku hanya berjalan, dan mencoba mengikuti arah cahaya, aku mencoba bertanya, agar aku tak salah jalan, bukannya aku ingin membuka pusat informasi yang menyilaukan mata orang lain!ampuun, ampun jika aku sudah mengecewakan kaum para penjaga langit!

"SIAPA ENGKAU HINGGA MENUNJUK INI BAIK, ITU BAIK, INI DARI LANGIT, DAN ITU DARI LANGIT, INI MALAIKAT, DAN ITU MALAIKAT, SIAPA ENGKAU DIN?APAKAH KAU INGIN AKU MEMIMINTAKAN KEPADANYA AGAR KAU DIBERITAHU SEGALA SESUATU?DAN JANGAN MEMOHON AMPUN KEPADA SIAPAPUN YANG BERCAHAYA KECULI IA!YANG MEMILIKI SEGALA ESENSI CAHAYA!"

"jadi, kalau begitu sampaikan ampunku kepadaNya, dan aku hanyalah manusia. wong cilik sing ora ngerti opo-opo. aku adalah manusia yang selalu merindukan cakar kemarahan dan selendang kelembutaNya. aku hanya mencoba menggapai-gapai apa yang ada dimataku, didepan jalanku, aku tak menuduhmu setan, atau malaikat. aku hanya ingin menggapai penjelasn-penjelasa tentang apa yang ada didepan mataku, yang tepat ada di depan jari-jari kakiku,dijalanan yang entah tak ada siapa-sisapa ini. aku hanya ingin kau tergapai oleh penjelasan-penjelasan imaji ku, siapa kah kau?"

"APA KEUNTUNGMU MENGETAHUI NAMAKU?APAKAH KAU AKAN MERASA BANGGA DAN BERDIRI DI UJUNG TEBING DAN MENGAKU SEBAGAI SANG PENCERAH BARU YANG DIDATANGI OLEH SEBUAH CAHAYA, YANG KAU KIRA INI WAHYU UNTUKMU, TAPI BUKAN! AKU HANYA BERTUGAS MENGHIBURMU, DAN BERCAKAP-CAKAP DENGANMU! DAN KAU BELUM MENJAWAB PERTANYAANKU! APAKAH KAU MAU MENGETAHUI SEGALA SESUATU?"

"ampuuun, ampun, emoooh aku emoh..biarkan aku ada dijalan ini tanpa petaNya, biarkan aku tak tahu apa-apa, agar aku bisa selalu bertanya kepadaNya, agar aku bisa selalu menangis manja kepadaNya. aku tak mau kettika aku membawa peta, Ia tak mau memberiku petunjuk lagi karna aku sudah memiliki peta, aku tak mau ia diam dan menganggapku tahu kemana jalan yang tepat, aku lebih suka selalu ada di terkamannya, biarpun itu murkaNya sekalipun. aku tak ingin kau menjelaskna segala sesuatu yang bukan pada kapasitaskuwaha makhluk yang tak mengenal gelap"

"SIAPA ENGKAU HINGGA MERASA PALING TAHU TENTANG CAHAYA?TENTANG KEGELAPAN DAN SILAU SEMBURAT WARNA TERANGNYA?KENAPA KAU TAK MAU TAHU SEGALA SESUATU TAPI KAU MENCARI SEGALA SESUATU? APAKAH KAU ADALAH KAUM-KAUM YANG TERTIPU?"

"ampun, sampaikan ampunku kepada Sang Raja. kegelapan dan terang benderang adalah milikNya, kuasaNya. aku hanya menggapai kenyataan yang ditangkap indra mataku. yang mana kegelapan adalah sesuatu yang tak disusuri oleh partikel-partikel cahaya, yang mana terang benderang adalah sesuatu tanpa aling-aling, tanpa penghambat cahaya yang menghasilkan bayangan pada sisi lainya, terang benderang adalah kesempurnaan ruang pada penampungan cahaya. dan aku tak mencari segala sesuatu, aku hanya ingin berdialektika dengan sekitarku, aku hanya ingin mengenal dan menyapa semua yang aku lewati dijalan ini, aku tak ingin membawanya, memilikinya dan mengusainya, bukankah ada yang lebih Berkuasa atas segala sesuatu?biarkan aku diliputi rasa ketidak tahuanku, biarkan aku dikelilingi kebun tanda tanya, biarkan yang tahu segla sesuatu dan memberikan ku segala jawaban atas buih-buih pertanyaanku hanya Dia, yang Maha Tahu Segala Sesuatu"

"APA YANG KAU MAKSUD CAHAYA ITU SUNGGUH-SUNGGUH CAHYA? APA YANG KAU KIRA KEGELAPAN ITU ADALAH KEGELAPAN? APA YANG KAU KIRA BAYANGAN BENAR-BENAR BAYANGAN?"

"nuraniku berkata iya wahai makhluk yang bersembunyi dibalik KuasaNya!"

"APAKAH KAU KIRA JALANMU ITU, ILMU MU ITU SUDAH BENAR?"

"nuraniku berkata iya, untuk masalah penampilan, Ia lebih tahu. biarkan aku selalu tampak busuk, hancur lebur, agar Ia mengasihi aku dan tak mengacuhkanku"

"KENAPA KAU TAK MEMAKAI PAKAIN SOPAN, MENGAPA KAU TAK MENGIKUTI CARA-CARA PARA PENDAHULUMU YANG LEBIH TAU SEGALA SESUATU DARIPADA KAMU DIN?KENAPA KAMU MALAH SEPERTI ORANG GILA? MENGOTORI TUBUHMU DAENGAN SEGALA SESUATU!"

"sampaikan ampun pada Gusti yang Maha Agung, aku tak ingin dikira tahu segala sesuatu tentang urusanNya, aku tak mau dipandang tahu segala sesuatu tentangNya, biarkan! biarkan! biarkan aku berada di level paling hina bagi mata manusia lain, biarkan aku dianggap tak tahu apa-apa tentangNya, karna aku takuut..aku takut jika aku bisa menjerumuskan orang lain degan penampilanku aku tak mau orang tersesat dengan alam pikiranku ..biarkan aku menyendiri agar bis bermesraan dengaNya. sampaikan maafku kepada Sang Raja karna sudah mengotori pakaian pinjamanNya. segala keputusanny nanti kupasrahkan kepaada Sang Maha Adil"

"KENAPA TAK KAU MINTA SENDIRI AMPUNANMU?BUKANKAH KAU PERCAYA BAHWA IA MAHA MENDENGAR SEGALA SESUATU. IA MAHA MELIHAT SEGALA SESUATU, KARNA SEJATINYA TAK ADA SEGALA SESUATU YANG LEPAS DARI NYA"

"sudah pakdhe, aku sudah minta ampun, tapi siapa tahu njenengan bisa membantu memberi penjelas kepadaNya tentang kesungguhanku meminta maaf dan ampun"

"BETAPA BELUM MENGERTINYA KAMU TENTANG IA! TAK ADA YANG MAMPU MEMBERI PENJELASAN KEPADA YANG MAHA JELAS! TAK ADA YANG MEBERI PENGETAHUAN KEPADA YANG MAHA TAHU! TAK ADA YANG BISA MENIPU YANG MAHA MENDENGAR DAN MELIHAT SEGALA SESUATU!  BAHKAN KEINGINANMU YANG BELUM SEMPAT TERPIKIRKAN OLEHMU, IA SUDAH TAHU DIN !"

"ampun.ampun, mafkan aku, jangan pakdhe ikut marah..santai pakdhe, santai hehehe ampun"

"TAK MAUKAH KAU MENGUBAH PENAMPILANMU?MAUKAH KAU DIBERI KEAJIABAN AGAR BERPENAMPILAN SEPERTI ORANG-ORANG TERDAHULUMU YANG TAHU LEBIH DARI KAMU DIN?"

"tidak..tidaaaak! jangan kau rubah aku, aku tak mau orang menganggapku bisa segala sesuatu lantas meraka ikut memboncengku yang mungkin sedang menuju raden Malik yang menjaga pintu menyeramkan itu, aku tak tega orang-orang ikut memboncengku menuju api-api, aku tak mau orang percaya kepada apa yang aku lakukan, aku tak kuasa memberi mereka panutan. biarkan aku berada pada tubuhku yang hina ini, atau bahkan sedang bekembang menjadi lebih hina"

"SIAPA KAMU, HINGGA MERASA PALING TAHU AKHIR DARI TUJUANMU NANTI?"

"aku serahkan hasil akhir, rapor ku, pada Maha Guru. bolehkah aku bertanya sesuatu?siapakah kamu?"

"TAK USAH KAU INGIN TAHU SEGALA SESUATU YANG BUKAN KUASAMU! DAN JANGANLAH MERASA INGIN TAHU SEGALA SESUATU, UBAH TAG LINE BLOGMU ITU DIN!JANGAN MERASA INGIN TAHU, BIARKAN ITU MENGALIR, JANGAN KAU RAIH SEMUA, OTAKMU TAK MAMPU! BIARKAN KAMU BERJALAN RINGAN TAK MEMBAWA BEBAN PIKIRAN, KARNA SEGALA SESUATU SUDAH KAU GANTUNGKAN KEPADANYA. BIARKAN IA SAJA YANG MAHA TAHU SEGALA SESUATU. TUGASMU HANYA BERJALAN PADA JALANMU, TANPA HARUS MENYIKUT ORANG LAIN, TANPA HARUS MERAMPOK BUAH-BUHAN DIJALAN. KAU HANYA PERLU MENYINGKIRKAN KERIKIL-KERIKIL KECIL, BATU-BATU YANG MASUK AKAL UNTUK KAU PINDAHKAN, HALANGAN YANG TAK MENGGANGU JALAN ORANG LAIN DAN JIKA DIDEPANMU ADA GUNUNG BESAR, JANGAN KAU LEDAKAN! JANGAN KAU BELAH! JANGAN KAU ANGAT, BERPUTARLAH MENCARI JALAN LAIN. KARNA DIDALAM GUNUNG TERDAPA BANYAK SESUATU YANG BUKAN DALAM KUASAMU! DAN INGAT, KAMU HANYA BOLEH MENERIMA BUAH PEMBERIAN ORANG, TAPI JANGAN KAU COBA-COBA MENCURINYA. KAMU BOLEH SESEKALI BERHENTI UNTUK MENANAM POHON AGAR BISA MEMETIK BUAHMU SENDIRI DAN KAU BAGIKAN BAGI ORANG-ORANG YANG ADA. TAPI JANGAN SEKALI-KALI KAMU MENCURI BUAH ORANG LAIN, JANGAN MEMAKSA INGIN TAHU, JANGAN INGIN MENGUASAI APAPUN YANG BUKAN DALAM KUASAMU!!"

suara akhirnya menggema, memantul kesegala sesuatu.
lalu semua hening, cahaya meredup. mati kemudian menyala. nyala kemudian mati. dan akhirnya berkedip-kedip.

kuberanikan untuk menuju pintu yang pelan-pelan ditinggalkan cahaya. ketika aku masuk..

bum!

aku seperti terbanting dari lanti tujuh, dan mataku membuka. aku bermimpi.
khayalan, imjinasi, mimpi? apakah maksud semua ini? 
aku membuka mataku, mencoba mengingat sesuatu.

aku mencoba merentangkan pandanganku, siapa tahu ada sisa-sisa mimpi yang tertinggal

dan..disudut kamar, dia, sosok yang akan kau kenali nanti, masih hanyut dalam nyanyiaanya
ia membacakan pucung pada serat wedatama dengan penghayatan yang mengerikan
membat bulu kudukmu berdiri jika mendengarnya waktu itu

ia menatapku
ia tersnyum..lalu ia berkata
"capat mandi, hari ini kamu ujian fotografi!"

handukpun ia lemparkan tepat pada mukaku...

-IA
jogja20.06.2012-

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar