Senin, 10 Desember 2012

Besok

besok hari aneh. entah mungkin karena aku tak suka dengan angka satu dan dua. angka yang sama sama aneh dan sama sekali tak masukdalam daftar angka yang aku suka. hahahaha 12-12-2012. belum, belum akhir dunia. masih banyak orang mencuri yang tiba-tiba pake peci. masih banyak orang yang masturbasi sebelum mandi untuk mencari kata "suci".

lama aku tak menulis-juga tak menggambar atau memotret. penat-dinding-dinding otak ku sedang mengalami sengketa yang serius. apalagi tugas-tugas perkuliahan yang aduhai. pagi ini satu pesan singkat aku terima-via sms:

orang pikir mereka perlu kuliah untuk mendapat hidup layak. padahal kau tau,cucuku, tak ada mata kuliah yang memberikan kita satu pun ilmu tentang hidup. ambigu bukan?

pengirim tak tercatat dalam data kontak. hanya nomer. angka. dan sekali lagi angka-angka yang aku tak suka. ah masabodoh, ibuk sudah terlanjur bayar mahal untuk uang gedung ini dan aku rasa kuliah memiliki fungsinya sendiri, entah apa.

besok masih akan tetap hari yang aneh. dengan cuaca yang sudah terlanjur aneh. ya-memang ada aksi reaksi-sebab akibat. karma. keanehan ini berdasar dari manusia-manusia yang lupa. yang tak ingat bahwa bumi yang ia injak bernapas dan menghubungkan benang panjang dengan keseimbangan alam semesta. bumi dilubangi dengan seenak hati-pohon ditebangi-satwa apapun dikuasai,ditaklukan. dan vegetasi hanya akan berakhir pada taman-taman kota yang tak mampu berbicara tentang alam semesta. sementara peristiwa-peristiwa itu berlangsung-sebagian orang malah dengan anehnya mengadakan acara pernikahan ditanggal yang aneh- tanggal cantik untuk bumi yang sakit. dan makan besar digalangkan-piring kotor-air sabun-gelas plastik dan sebutlah apapun benda aneh lainnya yang akan bertambah di tanggal ini.

kiamat?belum.

aku mencintai teori monokromatik. dimana untuk mencapai putih, hitam harus melalui tahap abu-abu dengan sabar. lapis demi lapis. dan saat ini bumi sedang mengalami masa itu. entah dari mana dan kemana kita sedang berproses, dari hitam ke putih atau sebaliknya. kita sedang mengalami masa abu-abu. monokromatik-pelajaran semester satu,matakuliah rupadasar. saat itu nilaiku C dan tak ada dosen yang membicarakan hal ini diluar teori-teori dalam buku dan internet. entah aku dapat ini dari mana-mungkin dibawa nyamuk-nyamuk yang menggigit tubuh ini sesuka hati. atau kebetulan terbawa angin kemudian termakan saat aku membuka mulut lebar-lebar. atau mungkin ini dibawa ajaran baru-paham baru: WATONISME. ah terlalu banyak isme-isme didunia ini.

monokromatik menjelaskan banyak hal dengan romantik.klasik. dan kiamat?belum.

besok adalah hari yang aneh. dengan gairah yang aneh.

dan kiamat? tetap-masih saja belum.

gitarku senarnya putus-tepat di senar nomor dua dan satu. yang tersisa hanya tinggal senar nomor tiga sampai enam. dan yang terdengar adalah dominan senar-senar tebal-antara nomor empat sampai enam. dan lagi-lagi aku merasa aneh-apa ini tanda-bahwa besok kiamat?hahaha belum.

masih banyak koruptor yang pergi haji setalah mencuri berkali-kali. dan pencuri-pencuri itu kini mulai mempertimbangkan konsep syariah. mereka mencuri kitab suci-mengkorupsi-mungkin mereka pikir tuhan akan memberikan keringanan jika yang ia curi kitab suci. hahahaha dan aku dengar ada beberapa calon bupati yang memajang foto close up dirinya pada sampul kitab suci kemudian ia bagi-bagi. hahahaha ada-ada saja aktivitas lucu dibumi.

maaf-kembali lagi.
besok aku menarik kesimpulan bahwa hari akan sangat ganjil-orang-orang berfoto sebaik mungkin untuk mendapat foto pranikah yang cantik. sekali lagi mereka mengejar tanggal cantik saat bumi sakit. dan sementara suku-suku maya menyiapkan tumpeng untuk upacara akhir dunia-sebagian manusia malah rame-rame potong kulit penis di hari yang tragis. dimana bumi sudah terlanjur amis tak sanggup lagi menangis atau hanya meringis. pasrah bersimbah darah.

hari ini, bukan besok, aku dikawal mendung. mengantarku pada pohon besar. aku duduk dibawahnya-kopi-kretek dan buku jurnal sudah ada ditangan. aku duduk di sudut dusun. Muntilan. dibawah pohon yang kesepian mendung menemaniku dengan tarian-tarian pemanggil hujan. aku resah. semoga jurnal ini tak basah.

-IA-sebelum duabelasduabelasduabelas.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar