Rabu, 19 Desember 2012

Gal-waw

pagi ini aku melihat merapi dengan jelas. sebuah gunung yang terbelah ujungnnya. 

langit begitu cerah-tanpa sedikitpun ada warna abu-abu di sekumpulan biru dan putih. entah apa yang akn terjadi. mungkin ini hanya fenomena,mungkin ini hanya hiperbola-hiperbola yang lain.

tapi ada yang aneh. pagi ini aku melepaskan sesuatu dengan berat dan langit malah memberi jawabannya dengan langit yang tampak cerah berlipat-lipat. semalam, ada tiga hal yang membuat kita tak ingin mati dan pergi meninggalkan bumi begitu saja. yang pertama, mabuk berat di pantai dengan musik-musik pantai. yang kedua, pagi yang seperti ini dengan teh hangat, rokok dan musik folk. yang ketiga hujan, dengan segelas coklat panas kental, membaca buku bagus, dan suara hujan itu sendiri. tiga keputusan tersebut dibuat semalam. dan tiap hari aku berusaha mewujudkannya sebisa mungkin. akumenelan dunia bulat-bulat. entah sampai kapan.

seorang pertapa tua datang dalam mimpiku. ia diam dan hnya menatapku. ia mengenalkanku dengan seseorang yang aku kenal baik sebenarnya. dan dalam mimpi ganjil itu yang kami lakukan hanya saling menatap. aku menyelami matanya yang-hmm kamu harus lihat. tak ada kegiatan yang lain selain saling menyalami mata satu sama lain. aku tak kuasa. aku menangis. dan pergi menuju pertapa tua. ia tak ada. yang ada hanya seorang yang aku kenal dengan baik. tapi ia hanya diam. tersenyum dan menatap. aku cari lagi semesta di matanya dan...kamu harus melihatnya.

mata adalah telaga yang lucu. kamu bisa mendapat sebagian jawaban dari sebagian pertanyaanmu. 

akhir-akhir ini semua tampak lebih jelas. apa yang harus aku kejar dan aku lakukan. sedikit demi sedikit aku mencoba berani mengambil resiko. aku mulai pasrah kepada koneksi-koneksi alam semesta. dan semua tampak begitu jelas.

sejelas apa yang mata mu tawarkan dalam mimpi.

aku kejar itu.

seorang teman pagi buta membangunkan tidur. ia bercerita tentang keberanian. tentang untuk menjadi kamu yang sebenarnya. ia bercerita:

aku pernah membaca sebuah buku penyembuhan yang bercerita tentang pematung kuda yang hebat. suatu hari pematung dari luarnegri datang untuk belajar dari pematung kuda hebat tersebut. pematung luar negri bertanya, "bagaimana kamu membuat patung kuda itu dari sebongkah batu besar dan menjadikannya tampak nyata" pematung kuda yang hebat itu hanya tersenyum dan berkata, "mudah saja, aku hanya perlu membuang hal yang bukan kuda pada batu ini," sang pematung dari luar negri kaget akan jawaban ini.

dan entah. mungkin sudah saatnya aku mulai menyingkirkan hal yang bukan aku. untuk mencari aku yang sejati. tapi semua begitu sayang untuk disingkirkan. dunia ini rasanya hanya terdiri dari gula-gula-dan kau menjadi seorang anak yang sangat menyukai gula.

-IA-


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar