Kamis, 03 Mei 2012

Mimpi Buruk

 hal yang kalian sebut ide, pengetahuan, ilmu, atau apapun namanya itu kadang melayang di udara seperti lalat, nyamuk, capung, kupu-kupu. hinggap begitu saja. ya! seperti hal-hal yang tak kasat di udara, yang setiap hari tersedot lubang hidung kalian tanpa kalian sadari. seperti debu, menutupi organ nafas kalian menjadi abu-abu seperti kotak tua di gudang bawah tanah.


mungkin aku akan bersyukur sekali jika pikiran kita memiliki semacam membran mukosa bersilia yang ada dihidung. yang menyaring kotoran-kotoran sehingga paru-paru tak jadi abu-abu. atau sebenarnya otak kita memiliki rambut yang lebih kribo daripada rambut-rambut hidung, hanya saja tak kasat mata. tapi yang tak kasat mata hanya membuat kadar percaya kita pada fungsi-fungsinya naik turun.

entah kenapa gambar-gambar berdarah dari sebuah video yang berjudul "maling sapi" itu tak bisa dihapus dari memori ini. visualitas yang merah dan kelam. aku melihat video itu empat bulan yang lalu, sejak tulisan ini dimuat. entah, mungkin apa yang terekam dalam video itu sudah terjadi beberapa tahun yang lalu. tapi betapa gilanya manusia. menyembelih manusia lain gara-gara masalah sapi yang dicuri. dengan pisau kecil, pisau yang biasa kalian lihat saat idul adha, biasa digunakan untuk mengkuliti sapi. orang yang ditutup dengan kain hitam, yang sudah saya duga ia menangis, walaupun jeritnya sudah tak tertangkap detailnya. pernahkah kau bayangkan ketika pita suaramu diiris dan kau berusaha berteriak saat itu? persis seperti suara sapi-sapi yang disembelih! betapa gilanya manusia-manusia itu! ahh... apa yang mereka rasakan ketika darah yang merah, yang sama dengan darahnya sendiri itu mengalir deras, mencuat seperti air-air keran dari selang yang bocor? ahh betapa gilanya vigilante-vigilante. 

berapa kia-kira harga sapi saat itu? berapa kira-kira harga kemanusiaan saat itu? sebuah bencana kemanusiaan karena sapi yang diambil tanpa permisi. apa manusia memang selalu berhasrat melindungi apa yang ia pikir miliknya? atau mungkin ia menyembelih setelah perhitungan labarugi yang matang? ahh, betapa besarnya perusahaanpun pertimbangan-pertimbangan labarugi yang harus mengorbankan leher manusia tak bia dibenarkan. 

video itu menampakan dua dosa. dosa pembunuhan, dan dosa kekejaman. mungkin akan beda rasanya jika ia tak disembilah, mungkin diracun, atau di tembak didada. tapi disembelih? apa yang dikatakan orang-orang tua jika melihat video seperti ini? ah mungkin orang tua sudah biasa menyembelih sejak jaman pki dulu. berapa pisau yang diasah sehari kala tahun 1966?

semalam bayang-bayang dari video itu muncul lagi dalam visualisasi mimpi bisu. darah hitam, orang yang abu-abu. dalam mimpi yang berbunyi tik-tak-tik-tak. obat flu ini meredam sakit, tapi tak menimbulkan mimpi-mimpi gelap. betapa mudah terheran-heranya aku saat itu? orang menyembelih orang lainnya. manusia menggorok manusia hanya karna sapi.

tapi bukankah sudah sering? saat masa pki. saat orang-orang dayak berkonflik dengan orang-orang madura? saat konflik-konflik agama? saat orang-orang dijawa-bali tega memisahkan leher manusia dari badannya? bukankah sejarah sudah memberikan kekejaman-kekejaman. apakah belum cukup manusia mengerti bahwa darah itu merah, dan kejam jika keluar pada saat nyawa masih menempel dan memompakan nafas?

sejarah memang tak akan memberi pelajaran yang berarti jika kita tak mau membacanya benar-benar.

seperti yang aku tulis di awal tadi bahwa ilmu-ilmu itu sebenarnya sudah melayang-layang, namun kita hanya menganggap seperti debu-debu yang tak berarti. atau hanya angin yang mampu menggoyangkan rambut dan kumis tuan-tuan. darah dalam video, atau daging merah yang keluar dari leher, atau otot-otot yang terburai dalam gambar bergerak itu mash hanya dianggap sebagai "tontonan sadisme biasa". yang setelah dilihat hanya akan menimbulkan penontonnya mencaci maki, mual- atau malah onani? (ingatkah kalian dengan sade? yang dari namanya muncul istilah sadisme? yang puas saat hasrat sexualnya bertemu kekerasan-kekerasan?)

berapa banyak darah yang diperlukan manusia? berapa banyak leher yang harus disayat sedikit demi sedikit? berpa banyak kepala harus terpisah dari leher? berapa banya semua itu untuk menyadarkan manusia bahwa darah itu merah, dan kejam jika keluar pada saat nyawa masih menempel dan memompakan nafas? berapa banyak yang harus kita gorok, harus kita sembelih agar kita menghargai tangisan-tangisan kemanusiaan?

haruskah setiap manusia dewasa menyembelih manusia dewasa lainya agar status kedewasaan tercapai? haruskah manusia saling bunuh untuk menjaga nama-nama? haruskah manusia membunuh untuk sebuah kebenaran? kebenaran mana yang merelakan kita harus membunuh? apa membunuh akan dibenarkan jika kita melandasinya dengan alsan-alasan kebenaran? jika iya, maka persetan dengan kebenaran-kebenaran yang seperti itu. kebenaran seperti itu hanya kebenaran fasis. apa yang baik-belum tentu baik, dan begitu pula dengan yang buruk. tapi jika kebenaran tidak membawa kebaikan, apa harus kita kejar kebenaran-kebenaran? apa tidak lebih baik kita mengejar kebaikan-kebaikan? aku lebih sudi mengejar kebaikan, walaupun itu salah dimata kalian.




hah, hari ini aku terlalu penuh. terlalu banyak pikiran-pikiran yang datang tiba-tiba. ya! seperti debu dan capung-capung! jika ada software komputer yang bisa mengoptimalkan kerja otak, bisa di defrag otak kita, atau di pasang fire wall, mungkin aku sudah jadi ulama hahaha! (jangan-jangan ustadz-ustadz yang di tivi itu hasil buatan software juga?ahh beli dimana mereka?). hahaha kadang lucu ya, jika manusia-manusia yang belajar bertahun-tahun untuk  bisa mengkomposisikan musik dengan baik tiba-tiba frustasi melihat anak-anak smp, sma sudah bisa membuat komposisi musik dengan mudah. ya dengan software-sofware musik, anak-anak bisa dengan mudah membuat sebuah komposisi musik. dan tidak hanya itu! kalian pikir lagi betapa frustasinya seorang arsitek yang belajar keras, dan tiba-tiba mereka ditumukan dengan kenyataan teknologi jaman sekarang. anak-anak sudah bisa merancang satu bangunan dengan ukuran pas dan perhitungan-perhitungan biayanya! betapa instantnya, software-sofware itu seperti menyingkat waktu pikir manusia. haha dan mungkin hasilnya akan jadi manusia-manusia instant.


ah, tulisan ini sudah semakin berantakan! dari gorok-gorokan jadi seperti ini, apa aku ini dibuat oleh software-software juga?hahaha atau jangan-jangan pemimpin-pemimpin kita merancang hukum dan peraturan-peraturan lain dengan software instant juga? atau rule of international morality itu juga terbitan software-software instant? ya, mungkin saja semua sudah menyukai hal-hal instant, daripada buang waktu lama-lama mengadili bapak pencuri sapi, daripada harus melalu birokrasi hukum yang berkelit, mending gorok saja langsung ditempat itu pencuri. instant, sebuah ironi vigilante. dan kemanusiaan menjadi kurang gizi. ah apa itu yang dipikirkan pemegang pisau-pisau itu? apakah itu yang merekapikirkan sebelum memisahkan kepala-kepala dari badan-badan? ah, saya rasa mereka ini ndak memikirkan apapun!


-IA-


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar