Rabu, 10 Oktober 2012

Basa-Basi

semua tampak penuh dengan basa-basi. seperti biasa pagi tidak dapat merangsang katukku sama sekali, meski suasana begitu sexy. hmm, jika tidur dan terlelap adalah sebuah tujuan, maka rasa kantuk adalah sebuah basa-basi paling menjengkelkan.karna ia bertahan dan bergelayutan di pelupuk mata, sangat dekat, namun tak terlihat..aku tak tahu mengapa tulisan ini akan diawali dengan sbeuah paragraf yang tak menarik. bahkan kamu lebih baik baca tulisan jorok murahan dengan judul: istri tetanggaku. hah! lalu setelah itu pergilah ke kamar mandi. onani! kadang aku merasa kasihan kepada mereka yang memperlukan bacaan, tulisan, refrensi untuk sekedar mebangkitkan fantasi. otak mereka sepertinya terlampau suram untuk menciptakan keindahan.

oke..
kita mulai

orang-orang disekitraku adalah masyarakat dengan dialektika monoton. setiap saat mereka selalu melakukan pembicaraan yang sama. mereka memuji apapun yang mereka lihat dengan harapan mereka akan mendapat pujian balasan.sebuah lingkaran narsisme yang terlalu ortodoks.

tapi TIDAK semua orang yang aku kenal melakukan hal itu. beberapa diantara mereka cukup sehat untuk memberi penilaian tentang apapun itu. kadang diam adalah sebuah ketidaksetujuan yang disembunyikan, itu yang diyakini beberapa temanku yg lain.

aku tak tahu kenapa mereka diam
akupuntak tahu kenapa mereka berbicara
karna apapun yang dilakukan manusia "kadang" memiliki tujuan yang disembunyikan

apapun

bahkan doa-doa kadanng menjadi konspirasi. betapa lucunya kita. kadang kita mencoba menipu "orang-orang langit", mereka yang bertugas merangkum alam semesta.
lalu mengapa kita selalu menyembunyikan banyak hal?

orang bilang, bahwa terkadang kejujuran menjadi sbeuah racun yang menyeramkan. ia membunuh semua yang tak memiliki penawarnya.

kadang aku membayangkan jika benci dan sakit hati tidak diredam dengan basa-basi. tidak diredam dengan dialektika kompromn,mungkin dunia hany akan dipenuhi dengan orang-orang yang siap melemparkan batu kepada siapapun.

lihatlah! batu-batu berterbangan! kau harus menggenggam sebuah batu juga.
jaga jaga siapa tahu orang-orang disekitarmu ternyata memiliki dendam masalalu.

mungkin kita akan berpikir, bahwa sebuah basa-basi ternyata dapat menunda mati, dan hahahaha! aku yakin orang-orang langit akan tertawa jika kita meyakini hal itu. pil kematian sudah kita telan sejak lahir? kita hanya menunggu waktu yang tepat kapan pil itu akan berkontraksi. dan saatnya tiba, kau tak bisa lari. karna ia ada didalam tubuhmu.

basa-basi atau sebuah dialektika yang masuk akal, hanya akan berfungsi jika ia digunakan untuk meredam sebuah konflik yang belum mampu diterjemahkan nalar.

-I.A- oktober 2012

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar