Selasa, 02 Oktober 2012

Serial Pagi

PAGi 1

pagi adalah\sekumpulan warna
paling puitis
dengan warna-warna klasik
sublim dalam dingin
dan nyanyian burung kecil

sesaat aku lupa
betapa siang
akan menjadi sia-sia

pagi menawarkan
sebuah orkestra surga
kecil-kecilan
namun percayalah
pagi akan menjadi
hal yang akan kau rindukan
setelah mati

-IA , 29 september 2012,kotagede-

PAGI 2

embun bukan hanya
cerita tentang air
dan harapan

embun adalah
sekawanan perenung
yang berdialog
kepada sang pagi

ia adalah saksi
ketika hitam menjelma
menjadi warna-warna piyama
buru, oranye, kuning, dan..
entahlah
hanya sang pagi yang mampu menerjemahkan
puisi abadi
tentang malam
yang bergulir habis
tentang merapi
dan puncaknya
yang kugapai-gapai
namun tak sampai

disini, diatas atap
sebuah rumah yang kusewa
aku menatap gunung merapi
yang sedang merangkum doa
berharap
agar pagi selalu hidup lagi
 dan tak lekas mati

-IA, september 2012-

PAGI 3

pagi terlalu panjang untuk diterjemahkan. kadang seperti halnya gunung, pagi tak selalu berbicara tentang dingin. ia merangkum mimpi malam agar tak terhapus rutinitas siang. pagi tak selalu bercerita tentang kopi dan burung yang bernyanyi. kadang pagi mampu berkawan dengan sisa-sisa arak dua puluh ribuan dan suara isi perut yang dipaksa keluar. lalu, apalagi selain pagi yang mampu bertoleransi?

-I.A- september

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar