Senin, 09 April 2012

Anak Kecil dan Pena

Ada sebuah cerita tentang anak kecil
Dengan sebuah pena merah
Digenggam rapat di kepalannya
Anak kecil itu
Tidak bodoh, dia tahu kalau uang jajan
Tidak cukup untuk
membeli sepuluh jutapena
yang serupa
lalu dia menulis
agar setiap orang
yang tidak punya pena
bisa membaca jeritannya
jeritanya adalah jeritan ketidakadilan
atas konflik di poso
atas pembangunan di jakarta
atas pencurian di papua
dan atas segala curahan hati mereka
yang tidak punya pena
ia mewakili setiap manusia
yang masih menginginkan kebenaran
ia mewakili setiap jiwa yang tertindas
oleh keadaan
tinta merahnya mencolok
kepala sekolahnya selalu curi pandang
kadang sampai geram
anak itu ingin manusia juga menulis
entah dengan arang atau jelaga
karena anak itu yakin
jika kalian mengungkapkan kebenaran
untuk hak yang dirampas
atau kemanusiaan yang diperkosa
tulisan kalian akan semerah darah
dan sehebat api!
-IA-

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar