Minggu, 08 April 2012

Sebuah Awal Belum Tentu Membuka

aku haus. akan menulis dan menumpahkan yang ada diotak. yang berkecamuk dan bergumul sehari-hari. kadang jika dipendam cuma jadi sakit kepala. aku lapar untuk mengetik apa yang ditulis dalam jurnal harian. bukan-sama sekali bukan untuk menebar ide dan membagi ilmu. lalu dianggap menggurui-atau menjelma menjadi "mereka" yang haus akan sorak sorai atau puja-puji. aku hanya mencoba tulus. dan inilah hasrat ku. nafsuku tertumpah pada setiap pikiran yang kutuangkan. dimanapun.

sebuah awal belum tentu membuka. dan ia bukanlah sebuah bentuk kecil dari pembenaran-pembenaran. sebuah awal terkadang hanya sebuah emosi murni. mungkin amarah. atau mungkin hanya nafsu binal untuk menulis.

aku besar di sekitar lingkungan yang sangat teracuni oleh televisi. oleh apa yang ada pada paduan-paduan buku "bagaimana menjadi orang sukses" atau buku"cara mudah menjadi kaya" atau sebuah buku saku yang bernama "undang-undang dasar negara 1945".

namaku Izyudin Abdussalam. dan aku menulis dengan emosi - maka jangan jadikan ini sebuah fakta.

panggil aku sesukamu - jika aku mau aku akan menoleh. jika aku mampu aku akan menyapamu kembali. tapi ingat - aku bukan ada untuk kalian. aku ada untuk sesuatu yang tak aku mengerti. maka jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan.

udin. adalah sebuah nama yang menawarkan anonimitas luar biasa. dan terlalu berat sebenarnya. kata orang yang "tahu" udin berarti agama dalam bahasa arab. maka aku tak terlalu suka. aku memiliki satu alasan , nama itu terlalu berat bagi orang yang tak taat beragama. aku tak mau menjadi orang dengan simbol-simbol agama- lalu merusaknya sendiri dengan tindakan "yang kurang dipikirkan". tapi aku juga suka dengan nama itu. "karena menawarkan anonimitas yang luar biasa". ya..semoga menjadi doa.

ingat . aku menulis dengan emosi dan rasa "sak karepku". maka jangan harap akan ada kapitalisasi yang benar. aku terlalu malas untuk itu.

=====
apa yang kalian kejar dalam hidup? jika kalian bilang sukses. maka kalian adalah buku. jika kalian menjawab kaya, anda adalah kalkulator. jika anda menjawab populer, yang ini yang paling aku benci, anda adalah televisi. jika anda menjawab bahagia, anda adalah ketiga dari benda-benda yang aku sebutkan.

lalu harus menjadi apa kita? apa tujuan manusia?

itu adalah sebuah misteri yang tak akan pernah terjawab sampai kalian mati dan mungkin bercumbu dengan para malaikat zabaniah. atau mungkin saat kalian bertatap dengan malaikat malik.

aku tak terlalu memikirkan tujuan. mungkin karna tak mampu menjadi religius - aku menjadi masa bodoh dengan surga dan neraka. aku percaya aku sedang ada di dalam keduanya. saat ini. tapi untuk tempat sehabis mati nanti. biar Tuhan yang memberi kebijakan. aku percaya kepdanya. aku percaya Tuhan dengan "T" besar. dan tuhan dengan "t" kecil mungkin sedang aku caci maki setiap hari.

tujuan manusia adalah menjadi manusia seutuhnya.

dengan ini - bukan proklamasi - aku berharap selalu berproses menjadi manusia. ada seorang tokoh yang mengatakan "jadilah manusia dengan cara yang manusiawi. jadilah manusia dengan perspektif manusia. jangan mencoba menjadi melaikat atau iblis. kamu akan lunglai dengan kekuatanya. jadilah manusia - karena manusia adalah akulturasi dari dua makhluk tersebut. manusia menggenapi yang hitam dan putih. manusia yang menjadi lingkaran sempurna".
siapakah tokoh tersbut?kalian akan temui jawabanya nanti. ketika aku terlalu berbaik hati menyebut tokoh yang secara langsung memberiku kata-kata dengan susunan kalimat aneh. kalimat yang dipaksa puitis dan membingungkan fakta. tapi apalah guna fakta hari ini?
aku selalu bingung dengan apa yang Tuhan inginkan. jika ada kesempatan untuk bertatap langsung dengnNya, aku akan berkata, "Tuhan, you rock!". semoga aku bisa menelusuri setiap misteri yang Ia tawarkan. Tuhan itu Maha Rocker. lalu biarkanlah aku menari, melompat naik turun dengan beringas seperti pogo dance dalam menelusuri misteri ini. kadang aku terhantam oleh penari lain. kadang aku menendang penari lain. sengaja atau tidak inilah realitas yang Tuhan tawarkan untuk kita telusuri. menarilah sesukamu. tak masalah jika mereka hidup tanpa batas. tapi ingatlah bahwa apa yang tanpa batas itu sebenarnya terbatas.

pada suatu hari yang ganjil aku bertemu dengan seorang bapak tua berbau samapah. ia mengaku bahwa ia musafir. ia memberi petuah "nak mengalirlah seperti sungai yang tak berhenti menuju samudra luas - jangan melawan arus. ikuti kekuatanmu" . mungkin akan aku ceritakan dengan detail tentang pertemuanku dengan bapak berbau sampah yang mengaku musafir itu - tapi nanti. bapak itu pergi dengan membawa uang seribu yang kumal. dan aku diam dengan membawa sebuah petuah tak ternilai. sedikit agak hancur. manusia kadang terlalu cepat menilai hal-hal fisik. seseorang terlalu cepat memberi bandrol harga.

aku temenung. dengan petuah yang sudah biasa aku dengar. tapi kali ini rasanya lain ketika yang mengucapnya orang yang berbau sampah dan kau beri uang seribu lalu ia menangis mengucap syukur. egoku runtuh. dan semoga hari demi hari apa yang hewani dalam bada ini rontok habis tanpa sisa.

mengalirlah. ya dengan mengalir kita akan dapatkan hal-hal baru. tapi jika melawan arus, kita hanya akan mendapat satu arus yang pasti. arus yang kita nyaman berdiri dengannya. arus yang terlalu enggan melihat realitas yang terlalu luas dan penuh misteri. ada sebuah tempat yang nyaman. yang menyebabkan manusia melawan arus. manusia terlalu nyaman dengan tempat itu. lalu ia mengacuhkan apa yang ditawarkan arus. manusia mencoba radikal dan ia sebenarnya subversif pada dirinya sendiri. ikutilah arus -bacalah sekitarmu. lalu kau tak hanya mendapat satu tempat yang nyaman. kamu akan menyinggahi berbagai macam tempat. ya..nafsu akan mendapat kenyaman dari berbagai tempat membuat aku menjadi seorang yang berjalan dan lebih suka termenung diam menikmati opini-opini diri yang sarat emosi. kalian tak tahu aku menertawakan kalian. tapi aku tahu kalian menertawakna aku. haha sungguh aku adalah manusia dengan emosi yang binal..tapi ah, masa bodoh.

semoga Tuhan dengan "T" besar memberi aku kesempatan untuk bermain cinta dengan keyboard yang menyubilmkan apa yang ada di udara dan apa yang dilembaran-lembaran kertas berserakan. semoga besok pagi "subuh tetap membunyikan intro dari dua puluh empat jam yang berjalan". Hell yeah..hahaha

-IA-

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar