Rabu, 18 April 2012

Malam Ini Cukup Ikuti Gelombang Saja


Malam ini aku mengikuti gelombang
Berputar diantara hening dan pusat keramaian
Mencoba mencari celah agar keluar
Dari dua hal yang membingungkan

Aku coba minum susu pagi-pagi benar
Agar aku kuat mengambi keputusan
Agar aku bisa berjalan dengan benar
Tapi susu tak memberikan kekuatan itu
Susu hanya memulurkan tulang-tulang
Itu kata iklan di televisi kemarin

Aku makan roti, keju , dan telur mata sapi siang ini
Berharap bisa membuat aku bertahan kala badai

Jangan kau remehkan hening. Ia tenang dari luar tapi memekakan telinga dari dalam
Dan keramaian. Kau tahu sendirilah. Ia merusak kita dari luar.
Dua hal ini, adalah badai yang mengerikan

Tapi roti, keju dan telur mata sapi tak membantuku hari ini
Makanan ini hanya menambah berat badanku, itupun hanya sedikit.

Lalu apa yang aku butuhkan untuk keluar dari hening dan keramaian?
Aku menginginkan sebuah tempat dimana hening dan keramaian ada dalam porsi yang pas
Sehingga menimbulkan harmoni seperti kicau burung, suara ombak, atau sekedar tetes embun

Tapi dimana tempat itu?
Dimana celah yang bisa mengeluarkanku dari badai sempurna ini?

Lalu dari kejauhan terdengar suara
Semua tergantung darimu.
Tak perlu kemana-mana, ubah saja sudut pandangmu.
Lalu kau akan temukan porsi yang tepat untuk berjalan dengan benar.
-IA-

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar